Baccarat Lucky Six_Weide official website_American gambling_Bet365_Indonesia Lottery Results

  • 时间:
  • 浏览:0

Ke nikMalaysia Online Gambling Companyahan teman ataMalayMalaysia Online Gambling Companysia Online Gambling Companyu acara-acara lainnya kamu masih sering sendiri. Pergi ke tMalaysia Online Gambling Companyoko buku, Malaysia Online Gambling CompanyJalan-jalan di akhir pekan, nonton bioskop kalau tak sendiri, ya bersama teman atau saudaramu. Menyelesaikan semua urusanmu, mulai dari yang paling penting sampai yang remeh temeh, kamu pun selalu berusaha sendiri.

Selama dia sibuk untuk hal yang positif apalagi menghasilkan, harusnya kamu pun tenang. Bukankah sibuknya dia yang menghasilkan ini bisa diandalkan untuk mengumpulkan rupiah dalam tabungan? Siapa tahu juga keinginan kamu memiliki tabungan bersama pun terwujud. Sebab dia sibuk bukan tanpa tujuan apa-apa. Setidaknya selain untuk urusan karir atau kepuasan dirinya, dia pun memikirkan materi yang dibutuhkan untuk masa depan nantinya.

Tak hanya berandai, diam-diam kamu pun pernah membandingkan cowokmu ini dengan pacar teman-temanmu. Sebab kamu seringnya merasa kesepian sekalipun punya pasangan. Bagaimana tak kesepian, kalau ketemuan saja jarang, chat dalam sehari saja bisa dihitung oleh jari dan biasanya pun seperlunya saja begitu pula dengan telepon. Dia benar-benar mendedikasikan hampir seluruh waktunya untuk pekerjaan dan kegiatan lain yang dia gemari. Sementara waktu untukmu mungkin hanya sisa-sisa dari itu semua.

Bukan cuma kamu tapi hampir setiap orang rasanya punya keinginan bisa selalu bersama pasangannya. Tapi keinginan ini juga yang seringnya membuatmu lupa, jika waktumu tak hanya untuk pasangan saja. Jika dia sibuk dengan pekerjaan, hobi, dan hal-hal lain yang memang itu baik untuknya, kenapa kamu harus merasa bersedih?

Bukankah kesibukannya itu seperti halnya belantara luas yang bisa membuatmu bebas bergerak melakukan apapun yang kamu mau. Kamu bisa menikmati waktu untuk dirimu sendiri, entah untuk pekerjaan atau hobi seperti dia. Kamu bisa lebih sering kumpul bersama keluarga atau teman-temanmu seperti saat dulu masih belum punya pacar. Kamu tak perlu khawatir ada selentingan dari orang sekitarmu, kalau duniamu tak hanya sesempit daun kelor yang hanya dengan pasangan saja.

Jadi sibuknya dia tetap punya sisi baik, sekalipun kadang membuat kamu rindu atau gemas sendiri.

Dia sendiri sadar diri bahwa kesibukannya membuat kamu lebih sering sendiri. Seperti saat dia harus lembur di akhir pekan, sementara kamu menikmati hari libur. Alih-alih membiarkanmu bosan di rumah saja sambil menunggu kabar darinya, dia pun dengan senang hati mengizinkanmu melakukan kegiatan apapun selama itu baik.

Seminggu nggak ketemu rasanya sudah bukan hal baru. Bahkan sebulan lebih pun kamu pernah mengalaminya. Bukan karena kalian terpisah ratusan atau ribuan kilometer. Tapi jelas karena dia sibuk dengan pekerjaannya. Jadilah merengek-rengek rindu ke dia sebagai kebiasaan barumu. Apalagi saat rasa rindu terlalu menyesakkan, kamu sendiri kadang berpikir “Capek deh menjalani hubungan ini, pengen putus tapi sayang,”.

Padahal kalau saja kamu mau menenangkan diri sejenak, rindumu ini bisa jadi tolak ukur seberapa dalam perasaanmu ke dirinya. Semakin rindu, tandanya kamu semakin sayang dengan sosok pasangan.

Hmmm, belum dibalas juga. Dia masih ngetik kayaknya….

Bukan karena kamu sok mandiri atau dia yang enggan membantu. Tapi karena memang kesibukannya ini memaksamu untuk sadar diri jika dia tak bisa selalu diandalkan. Dengan kata lain membuatmu tetap mandiri meski sudah punya pasangan. Tak seperti cewek lainnya yang semakin lama hubungan, semakin bergantung kepada pasangannya.

Sebenarnya rasa-rasa seperti itu wajar. Tapi jangan sampai kamu larut apalagi sedih dan mengambil keputusan sesaat. Karena kamu pun perlu tahu, jika memiliki pacar yang sibuknya tak ketulungan juga ada baiknya. Setidaknya kalau saja kamu mau berpikir lebih santai, hal-hal ini yang pasti dirasa olehmu. Jangan keburu baper dulu ya…. Hehehe

Setidaknya kalau sekadar ikut acara lari maraton, kelas-kelas kreatif sesuai hobimu, sampai naik gunung dan berkemah dengan teman-teman rasanya tak jadi masalah. Toh yang penting buatnya adalah kalian tetap selalu terbuka dengan segala hal termasuk kegiatan sehari-hari.

Belum tentu dalam sebulan itu kamu dan dia bisa punya acara nonton film atau acara-acara musik bersama. Belum tentu juga dalam seminggu kalian bisa menikmati hari libur dengan jalan-jalan, makan bareng, atau sekadar nongkrong di kedai kopi. Jika kamu melihat ini sambil membandingkan dengan pasangan lain memang rasanya pasti menyedihkan. Tapi kalau memandang ini dengan pemikiran yang lebih matang, justru kamu sadar jarangnya bertemu ternyata mengurangi modal pacaran kalian.

Andai saja dia punya lebih banyak waktu buat kamu, pasti seru.

Sadar atau tidak lama-lama kamu hafal dengan semua kesibukannya. Kamu tahu saat-saat dia sedang banyak deadline laporan. Kamu tahu jam-jam dia biasanya rapat dengan klien. Sampai kamu sendiri tahu kapan biasanya pekerjaan tambahan datang. Dan kalau sudah paham seperti ini, bukankah kamu tak pernah lagi cemas, berburuk sangka apalagi cemburu buta saat dia tak juga memberi kabar atau tiba-tiba tak bisa menemanimu pergi.